Featured Posts
Paud, Jembatan Keunikan Anaktuntutan orang tua yang merasa bangga dan menuntut anak usia dini mahir calistung bukan lagi cara pandang tepat. Selain belum waktunya, juga melanggar hak anak bermain. Efeknya.....
Kunci Penting Kembangkan Bakat AnakBAKAT dalam diri anak merupakan anugerah sejak lahir yang musti disyukuri. Namun, orangtua tidak boleh hanya berdiam diri. Perlu stimulasi untuk mengasah bakatnya....
Pengembangan Bakat Disesuaikan dengan Kebutuhan AnakKUNCI lain yang tak kalah pentingnya dalam pengembangan bakat anak adalah dengan selalu berpijak pada kebutuhan anak....
Ceritakanlah segala hal yang Anda alami atau lakukan sehari-hari. Lalu, mintalah si kecil melakukan hal yang sama. Cara ini akan menambah kemampuan berbahasa anak juga wawasannya.
Perkenalkan si kecil pada buku-buku dan gambar sesuai dengan usianya. Bacakanlah buku cerita dan tunjukkan gambar-gambar menarik untuk menambah pengetahuannya. Mintalah ia menceritakan kembali apa yang telah Anda bacakan. Mintalah juga si kecil menyebut keterangan gambar yang ditunjukkan sebelumnya.
Bermainlah dan berkomunikasi dengan posisi wajah sejajar dengan ketinggian anak. Jangan ambil jarak, ikutilah permainannya. Jika si kecil bermain di lantai, duduklah juga di lantai. Lewat cara ini, anak akan nyaman karena merasa dekat dengan Anda.
Secara bergantian, jadilah pemimpin dan pengikut. Ketika menjadi pemimpin, mintalah anak untuk memilih permainan juga aturan permainannya. Dengan demikian, anak akan lebih mengenal peran lain dan memicunya berfikir kreatif. Sebaliknya, ketika menjadi pengikut, anak akan mengikuti aturan main Anda. Cara ini mengenalkannya pada sikap kepatuhan dan toleransi.
Mengajak si kecil jalan-jalan ke tempat-tempat yang sesuai dengan usianya, seperti kebun binatang dan taman bermain akan menambah wawasannya. Lewat suasana bermain, ia akan cepat mempelajari hal-hal baru.
Keseimbangan otak kanan dan otak kiri diperlukan agar buah hati Anda tumbuh menjadi anak yang cerdas. Fungsi otak kiri terkait dengan kemampuan tata bahasa, berhitung, daya ingat, logika, yang umumnya terdapat pada pendidikan formal. Sedangkan fungsi otak kanan berhubungan dengan penalaran seni, sosialisasi, kreativitas, juga pengendalian emosi.
Karena itu, stimulasi otak kanan maupun otak kiri penting dilakukan agar memiliki kemampuan seimbang. Stimulasi itu harus dilakukan sedini mungkin, mengingat si kecil sangat peka terhadap stimulasi pada masa prenatal atau sebelum kelahiran hingga empat tahun usia anak.
Meski demikian, orangtua biasanya lebih terfokus pada stimulasi otak kiri anak, mulai dari mengajarinya berbicara, membaca hingga berhitung. Tak kalah pentingnya, stimulasi otak kiri, dengan musik misalnya.
Berbagai penelitian membuktikan bahwa musik meningkatkan kualitas hidup anak. Musik dapat memperkuat bayi prematur. Bahkan, mendengarkan musik 40 menit sehari selama empat hari berturut-turut ternyata mampu menaikkan berat badan, menurunkan tekanan darah juga memperkuat detak jantung.
Menumbuhkan kesukaan anak pada musik dapat dilakukan dengan membiasakannya mendengarkan musik di sela aktivitasnya, saat hendak tidur, atau menyanyilah untuknya sembari mengajarkan lagu-lagu sesuai dengan usianya.
-suaramerdeka.com-

