Featured Posts
Paud, Jembatan Keunikan Anaktuntutan orang tua yang merasa bangga dan menuntut anak usia dini mahir calistung bukan lagi cara pandang tepat. Selain belum waktunya, juga melanggar hak anak bermain. Efeknya.....
Kunci Penting Kembangkan Bakat AnakBAKAT dalam diri anak merupakan anugerah sejak lahir yang musti disyukuri. Namun, orangtua tidak boleh hanya berdiam diri. Perlu stimulasi untuk mengasah bakatnya....
Pengembangan Bakat Disesuaikan dengan Kebutuhan AnakKUNCI lain yang tak kalah pentingnya dalam pengembangan bakat anak adalah dengan selalu berpijak pada kebutuhan anak....
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
Suri Cruise, gadis kecil anak pasangan Tom Cruise dan Katie Holmes, tampak dijaga seorang pengawal dan pengasuh ketika memasuki kedai kopi Starbucks di Vancouver, Kanada. Di kota ini, sang ayah sedang syuting sekuel terbaru Mission: Impossible. Sang ibu yang biasanya menemani Suri kali ini tidak tampak.
Suri lalu mendapatkan minumannya dan membawanya dengan hati-hati. Sesekali ia meniup kopinya, lalu mengamati orang-orang yang lalu-lalang di sekitarnya, seolah ingin memperingatkan untuk tidak menubruknya dan membuat kopinya tumpah.
Melihat gaya Suri saat memesan kopi, terdapat kesan bahwa kopi bukan hal baru untuk gadis berusia empat tahun ini. Dalam kenyataannya, kopi memang tidak lagi dikonsumsi oleh orang dewasa yang ingin merasa lebih segar saat berada di kantor, tetapi juga anak-anak, remaja, dan dewasa muda. Campuran gula, es, saus cokelat, karamel, hazelnut, atau whip cream memang membuat kopi tak hanya memikat orang dewasa, melainkan juga anak-anak.
Menurut National Coffee Association, kelompok peminum kopi yang berkembang paling cepat adalah remaja dan orang dewasa.
"Anak-anak saat ini punya beban tugas yang berlebihan. Mereka harus mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler, ditambah lagi harus mengerjakan PR. Mereka juga mencari jalan untuk tetap terjaga," papar Dr Roshini Raj, profesor tamu di New York University.
Amankah sebenarnya minuman ini untuk anak-anak? Bukankah kopi mengandung kafein, yang dapat memicu jantung untuk berdetak lebih cepat? Benarkah laporan bahwa kafein bisa menghambat pertumbuhan dan menyebabkan adiksi?
Suri lalu mendapatkan minumannya dan membawanya dengan hati-hati. Sesekali ia meniup kopinya, lalu mengamati orang-orang yang lalu-lalang di sekitarnya, seolah ingin memperingatkan untuk tidak menubruknya dan membuat kopinya tumpah.
Melihat gaya Suri saat memesan kopi, terdapat kesan bahwa kopi bukan hal baru untuk gadis berusia empat tahun ini. Dalam kenyataannya, kopi memang tidak lagi dikonsumsi oleh orang dewasa yang ingin merasa lebih segar saat berada di kantor, tetapi juga anak-anak, remaja, dan dewasa muda. Campuran gula, es, saus cokelat, karamel, hazelnut, atau whip cream memang membuat kopi tak hanya memikat orang dewasa, melainkan juga anak-anak.
Menurut National Coffee Association, kelompok peminum kopi yang berkembang paling cepat adalah remaja dan orang dewasa.
"Anak-anak saat ini punya beban tugas yang berlebihan. Mereka harus mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler, ditambah lagi harus mengerjakan PR. Mereka juga mencari jalan untuk tetap terjaga," papar Dr Roshini Raj, profesor tamu di New York University.
Amankah sebenarnya minuman ini untuk anak-anak? Bukankah kopi mengandung kafein, yang dapat memicu jantung untuk berdetak lebih cepat? Benarkah laporan bahwa kafein bisa menghambat pertumbuhan dan menyebabkan adiksi?
Kepala koresponden medis dari stasiun NBC, Dr Nancy Snyderman, mengatakan bahwa bahaya minum kopi pada anak-anak lebih mendasar. "Kafeinnya saja tidak akan mencederai Anda, kecuali membuat Anda terjaga, membuat Anda insomnia, atau membuat Anda sedikit tegang," tutur Snyderman pada Matt Lauer di acara Today. "Efek kafein sedikit lebih terkonsentrasi pada anak-anak dan kita tahu bahwa jika kita berhenti minum kopi, kita merasa pusing. Maka, anak-anak pun mungkin akan merasa pusing dan tidak tahu apa sebabnya."
Selain soal kafein, yang perlu diingat juga adalah kandungan gula dan kalori yang terdapat pada mochaccino atau frappuccino (yang umum dipilih anak-anak). Beberapa jenis minuman ini memiliki lebih dari dua kali kalori kosong dalam soda. Salah-salah, anak justru akan mengalami obesitas dan bukannya mengalami pengaruh dari kafein.
Tentu, sesekali menikmati mochaccino tak ada salahnya. Snyderman memberikan tips untuk Anda jika si kecil menggemari kopi:
* Jangan membeli kopi secara rutin. Sekali atau dua kali seminggu sudah cukup atau sesering Anda membelikannya es krim. Jangan memberikan minuman ini setelah makan malam karena bisa membuat anak sulit tidur.
Selain soal kafein, yang perlu diingat juga adalah kandungan gula dan kalori yang terdapat pada mochaccino atau frappuccino (yang umum dipilih anak-anak). Beberapa jenis minuman ini memiliki lebih dari dua kali kalori kosong dalam soda. Salah-salah, anak justru akan mengalami obesitas dan bukannya mengalami pengaruh dari kafein.
Tentu, sesekali menikmati mochaccino tak ada salahnya. Snyderman memberikan tips untuk Anda jika si kecil menggemari kopi:
* Jangan membeli kopi secara rutin. Sekali atau dua kali seminggu sudah cukup atau sesering Anda membelikannya es krim. Jangan memberikan minuman ini setelah makan malam karena bisa membuat anak sulit tidur.
* Jadilah role model yang sehat untuk anak. Bagaimana anak tidak ingin mencicipi kopi bila Anda terus-menerus mengajaknya ke kedai kopi?
* Berikan pilihan lain yang lebih sehat, seperti jus buah atau susu cokelat yang bisa memberi manfaat kalsium untuk anak.
-kompas.com-
Setiap orangtua tentunya ingin memiliki anak yang sehat dan berbadan tinggi. Memperkirakan tinggi anak saat ia dewasa paling mudah diukur saat anak usia 2 tahun. Bagaimana caranya?
"Umur 0-2 tahun adalah masa emas pertumbuhan anak. Pertumbuhan dan perkembangan otak 0-2 tahun sudah mencapai 80 persen otak orang dewasa," jelas Dr Idrus Jus'at,PhD, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul, Jumat (28/1/2011).
Menurut Dr Idrus, pada periode kehidupan ini, sel-sel otak tumbuh dengan amat cepat sedemikian rupa, sehingga saat usia dua tahun pertumbuhan sel-sel otaknya sudah mencapai lebih dari 80 persen.
"Selain itu, saat umur 2 tahun tinggi badan anak-anak menggambarkan separuh dari tingginya saat dewasa. Misal, saat umur 2 tahun tingginya 85 cm, maka saat umur 18 tahun kurang lebih tinggi 170 cm," lanjut Dr Idrus.
Oleh karena itu, bila orangtua tidak atau terlambat mencukupi gizi anak sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun, makan anak bisa lebih pendek ketimbang teman-temannya yang seumuran.
Tak hanya tinggi badan, periode ini merupakan masa kritis bagi komponen otak yang bertanggung jawab terhadap kecerdasan anak, yang hanya terjadi sekali seumur hidup dan tak akan terulang.
Bila dalam periode 0-2 tahun anak mengalami kekurangan gizi yang dibutuhkan otak, perkembangan otak dan kecerdasannya akan terpengaruh. Itu sebabnya kecukupan gizi pada masa kehidupan ini perlu benar-benar diperhatikan.
Dalam masa ini, pola makan dengan gizi seimbang sangat dibutuhkan bayi. Dengan pola makan bergizi seimbang, bayi akan tumbuh dan berkembang optimal termasuk kecerdasannya.
Jika orangtua tidak memperhatikan periode kritis ini, kegagalan tumbuh kembang optimal akan terjadi di usia itu dan berlangsung permanen, yang akan terbawa terus hingga akhir hayat.
Selain metode di atas, ada juga metode dengan rumusan seperti berikut: Tambahkan tinggi kedua orangtua bisa dengan menggunakan satuan inci atau sentimeter. Membagi jumlah tersebut dengan angka 2. S
Setelah dibagi tambahkan 2,5 inci (jika menggunakan satuan inci) atau 6,5 cm (jika menggunakan satuan cm). Angka yang didapatkan adalah tinggi midparental (pertengahan tinggi) untuk anak. Tinggi anak yang sebenarnya adalah ?? 4 inci atau ?? 10 cm. Itu adalah range tinggi anak Anda.
"Umur 0-2 tahun adalah masa emas pertumbuhan anak. Pertumbuhan dan perkembangan otak 0-2 tahun sudah mencapai 80 persen otak orang dewasa," jelas Dr Idrus Jus'at,PhD, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul, Jumat (28/1/2011).
Menurut Dr Idrus, pada periode kehidupan ini, sel-sel otak tumbuh dengan amat cepat sedemikian rupa, sehingga saat usia dua tahun pertumbuhan sel-sel otaknya sudah mencapai lebih dari 80 persen.
"Selain itu, saat umur 2 tahun tinggi badan anak-anak menggambarkan separuh dari tingginya saat dewasa. Misal, saat umur 2 tahun tingginya 85 cm, maka saat umur 18 tahun kurang lebih tinggi 170 cm," lanjut Dr Idrus.
Oleh karena itu, bila orangtua tidak atau terlambat mencukupi gizi anak sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun, makan anak bisa lebih pendek ketimbang teman-temannya yang seumuran.
Tak hanya tinggi badan, periode ini merupakan masa kritis bagi komponen otak yang bertanggung jawab terhadap kecerdasan anak, yang hanya terjadi sekali seumur hidup dan tak akan terulang.
Bila dalam periode 0-2 tahun anak mengalami kekurangan gizi yang dibutuhkan otak, perkembangan otak dan kecerdasannya akan terpengaruh. Itu sebabnya kecukupan gizi pada masa kehidupan ini perlu benar-benar diperhatikan.
Dalam masa ini, pola makan dengan gizi seimbang sangat dibutuhkan bayi. Dengan pola makan bergizi seimbang, bayi akan tumbuh dan berkembang optimal termasuk kecerdasannya.
Jika orangtua tidak memperhatikan periode kritis ini, kegagalan tumbuh kembang optimal akan terjadi di usia itu dan berlangsung permanen, yang akan terbawa terus hingga akhir hayat.
Selain metode di atas, ada juga metode dengan rumusan seperti berikut: Tambahkan tinggi kedua orangtua bisa dengan menggunakan satuan inci atau sentimeter. Membagi jumlah tersebut dengan angka 2. S
Setelah dibagi tambahkan 2,5 inci (jika menggunakan satuan inci) atau 6,5 cm (jika menggunakan satuan cm). Angka yang didapatkan adalah tinggi midparental (pertengahan tinggi) untuk anak. Tinggi anak yang sebenarnya adalah ?? 4 inci atau ?? 10 cm. Itu adalah range tinggi anak Anda.
-detik.com-
Khawatir anak Anda menderita obesitas yang bisa membuatnya susah bergerak dan rentan penyakit? Solusinya gampang kok, ajak anak banyak bergerak dan mengurangi minuman manis.
Bila diminta memilih antara potongan buah segar, air putih, dan minuman manis (sugary drink), tentu balita akan memilih yang terakhir. Sugary drink
Padahal, menurut dr Fiastuti Witjaksono, ahli gizi dari Universitas Indonesia, minuman manis biasanya mengandung asupan gula tambahan yang bisa memicu obesitas, termasuk pada anak.
"Kita membutuhkan gula setiap harinya sebanyak 2,5 makan atau sekitar 5 sendok teh. Jika masih muda dan aktif bergerak, jumlah tersebut bisa ditambah. Sebaliknya, jika kita lebih banyak duduk diam, kurangi gula," katanya dalam acara media edukasi bertema "Better Habits for a Better Life" yang diadakan oleh Nestle Pure Life di Jakarta (27/1/2011).
Riset yang dipublikasikan dalam The Lancet dan British Medical Journal menyebutkan, sugary drink bisa memicu obesitas pada anak-anak. Bocah berusia 12 tahun yang meneguk minuman ringan secara teratur berisiko dua kali mengalami obesitas dibanding yang tidak mengonsumsi sugary drink.
"Sejak awal, sebaiknya anak tidak perlu diperkenalkan rasa manis karena nanti jika sudah besar ia akan kenal dengan sendirinya. Sebaiknya berikan anak air putih atau jus buah murni yang banyak mengandung air," katanya.
Ia mengatakan, kandungan gula dalam minuman manis menyumbang 40 persen kebutuhan kalori harian. "Pemberian madu sama saja seperti gula, karena itu perlu dikurangi," katanya.
Fiastuti mengatakan, sejak usia 2 tahun, anak sebaiknya sudah mengonsumsi makanan keluarga, termasuk juga kebiasaan minum air putih. "Kebutuhan anak akan air berbeda dengan orang dewasa. Kebutuhannya disesuaikan dengan jumlah berat badan," paparnya. seperti minuman bersoda, jus kemasan, atau minuman manis lain memang bisa membuat balita kecanduan karena rasa manisnya.
Anak-anak juga wajib dibiasakan minum air putih karena mereka lebih aktif bergerak sehingga banyak cairan tubuh yang terbuang. Selain air putih, kebutuhan cairan anak juga bisa diperoleh lewat kuah sayuran, buah yang banyak mengandung air, susu atau jus yang dibuat sendiri.
Orangtua seharusnya membantu anak-anak mereka mengontrol berat badan dalam level yang sehat. Selain mengurangi asupan kalori dan gula, anak juga perlu dilibatkan pada aktivitas fisik bertenaga setiap hari dan membatasi waktu menonton televisi atau bermain video games.
-kompas.com-
Hasil survei Pusat Inteligensia Kesehatan Kementerian Kesehatan menyatakan, mayoritas anak Indonesia berpikiran negatif yang dikategorikan sebagai pola pikir tidak sehat.
"Sebanyak 80 persen dari 3.000 responden menggambarkan cara berpikir negatif atau mental block. Ini adalah bentuk kegagalan pertumbuhan otak dari kecil," kata Kepala Subbidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Anak Kemenkes Gunawan Bam seusai temu media di Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat kemarin.
Pusat Inteligensia Kesehatan melakukan survei terhadap anak sekolah, dari tingkat SD hingga SMA, untuk mengetahui kondisi perkembangan otak anak Indonesia.
Kondisi pikiran yang serba negatif itu, ujar Gunawan, sebagai salah satu akibat dari "keracunan otak" akibat ulah orangtuanya. "Kondisi yang tidak kondusif. Orangtua pemarah bisa berpengaruh langsung ke kondisi kesehatan otak anak," katanya.
Ia mencontohkan, jika orangtua berbohong atau marah kepada anak, hal itu dapat menyebabkan otak anak menjadi menyusut. Kondisi semacam itu, jika diteruskan, akan mencegah terjadinya pertumbuhan otak normal.
"Ini adalah bentuk kegagalan dari kecil. Sama seperti anak tidak matang dalam merasa, meraba, melihat," ujar Gunawan.
Namun, ia mengatakan, hal itu bukannya tidak dapat diperbaiki. Beberapa perbaikan sensomotorik dapat dilakukan untuk kembali meningkatkan kesehatan dan perkembangan otak.
Kemenkes juga akan melakukan brain assessment kepada pegawai pemerintahan bekerja sama dengan Kementerian Aparatur Negara.
"Mudah-mudahan tahun ini akan kita mulai. Paling tidak akan kita awali tahun ini," kata Kepala Pusat Inteligensia Kesehatan Kemenkes dr Kemas M Akib Aman, SpR, MARS.
Tiga instrumen yang diamati dalam brain assessment itu adalah neuro-behaviour, psikologi dan psikiatri.
Metode yang dikembangkan Pusat Inteligensia Kesehatan ini telah divalidasi pada sejumlah responden di sembilan provinsi, yaitu Sumatera Barat, Nanggroe Aceh Darussalam, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Maluku, dan Nusa Tenggara Barat.
-kompas.com-
Siapa sangka gadis lucu yang lahir normal bisa menghebohkan dunia dengan menjadi anak tergemuk di dunia dimana berat badan nya seberat 440 lbs (sekitar 200 kilogram!).
Jessica, demikian nama sang anak, lahir di Indiana, Amerika, 13 tahun yang lalu. Pada usia 5 tahun dirinya sudah mempunyai berat 230 lbs (lebih dari 100 kg) dimana berat ini adalah 5x lipat berat anak normal seusianya..
Pada usia 5 tahun, Jessica tampil di sebuah show talk di Amerika dan mulai saat itu dia menjadi perhatian dunia. Akan tetapi ternyata ini tidak membuat dirinya mengurangi makanan, tetapi malah berat nya bertambah dari hari ke hari.
Pada usia nya yang ketujuh, Jessica menjadi anak yang paling berat di dunia dimana dia mempunyai berat 440 lbs (setara 200 kg). Bayangkan!!! Anak 7 tahun mempunyai berat badan 200kg!
Pada usia nya yang ketujuh, Jessica menjadi anak yang paling berat di dunia dimana dia mempunyai berat 440 lbs (setara 200 kg). Bayangkan!!! Anak 7 tahun mempunyai berat badan 200kg!
Karena kegemukan, Jessica tidak mampu untuk berjalan dengan kaki lagi, dia harus merangkak atau berlutut dan menyeret badan nya untuk bergerak.
Dia harus digandeng atau menggunakan kursi roda dimanapun dia pergi karena dia tidak mampu lagi berjalan karena kegemukan.
Kegemukan Jessica sudah mulai terjadi pada saat dia bayi berumur 1 minggu. Pada waktu itu, dia menangis karena sakit perut, tetapi ibunya mengira dia menangis karena kelaparan dan ibunya memberinya sebotol susu. Setelah diberi susu, bayi tersebut terlihat agak tenang. Dan semanjak itu Jessica selalu minta susu tak henti-hentinya, minta lagi minta lagi.
Pada umur 5 tahun, Jessica setiap hari menghabiskan 15 hamburgers dengan kentang goreng, beberap kilogram coklat, 2 liter coca-cola, cemilan potato chips, dan masih tidak cukup. Bayangkan, jumlah makanan dia dalam 1 hari bisa cukup untuk makan satu anak beberapa bulan!
Ibu nya selalu menyetok makanan di lemari es, sehingga lemari es dan lemari makan mereka selalu penuh. Inilah juga yang menyebabkan Jessica makan tidak berhenti. Kalau tidak dikasih, maka dia akan marah dan memukul.
Pada umur 5 tahun, Jessica setiap hari menghabiskan 15 hamburgers dengan kentang goreng, beberap kilogram coklat, 2 liter coca-cola, cemilan potato chips, dan masih tidak cukup. Bayangkan, jumlah makanan dia dalam 1 hari bisa cukup untuk makan satu anak beberapa bulan!
Ibu nya selalu menyetok makanan di lemari es, sehingga lemari es dan lemari makan mereka selalu penuh. Inilah juga yang menyebabkan Jessica makan tidak berhenti. Kalau tidak dikasih, maka dia akan marah dan memukul.
Ibunya mengklaim kalau dia terus-menerus memberikan makan kepada putrinya karena dia tidak tau bahaya kegemukan. Inilah yang sangat mengherankan, orang kampung saja bisa tau bahaya kegemukan masa ibunya tidak tau. Mungkin saja ibunya sendiri (lihat aja postur ibunya yang tidak jauh beda dengan putrinya) doyan makan, sehingga senang dan menikmati kalau ada yang bisa menemani dan menandingi selera makan nya
Pada umur 7 tahun, Jessica hampir meninggal karena kesulitan bernapas karena kegemukan. Jessica dilarikan ke rumah sakit bagian gawat darurat karena kesulitan bernapas, dan disanalah para dokter mewajibkan dia untuk menjalani lathan dan diet makanan untuk kembali normal.
Pada umur 7 tahun, Jessica hampir meninggal karena kesulitan bernapas karena kegemukan. Jessica dilarikan ke rumah sakit bagian gawat darurat karena kesulitan bernapas, dan disanalah para dokter mewajibkan dia untuk menjalani lathan dan diet makanan untuk kembali normal.
Jessica sedang menjalani latihan untuk menguruskan berat badan nya..
Walaupun telah menjalani perawatan, Jessica mempunyai masalah menahan selera makan nya, dirinya sering menangis dan meraung-raung berjam-jam meminta makanan. Akan tetapi beruntunglah Jessica sudah berhasil menurunkan berat badan nya sebanyak 300 lbs (130kg). Tetapi walaupun berat badannya berkurang, kaki Jessica sudah bengkok karena tidak mampu menopang berat badannya yang ratusan kilo sebelumnya. Jessica harus menjalani operasi untuk memasang penopang dikakinya supanya bisa lurus kembali.
Sekarang Jessica sudah mulai mengurus, lalu bagaimanakah dengan sang ibu? Mudah-mudahan sang ibu juga bisa mengurangi selera makan nya sehingga tidak lagi menjerumuskan anaknya seperti sebelumnya.
Sekarang Jessica sudah mulai mengurus, lalu bagaimanakah dengan sang ibu? Mudah-mudahan sang ibu juga bisa mengurangi selera makan nya sehingga tidak lagi menjerumuskan anaknya seperti sebelumnya.
sumber : kaskus.us
Gemes juga ya kalo liat anak yang gemuk..rasanya kepingin meluk dan mencubitnya.. tapi kalo "kadar" kegemukannya seperti jessica di atas, wah..repot juga ya..
Oleh karena itu, kejadian yang menimpa jessica tersebut hendaknya dapat dijadikan pelajaran bagi orang tua agar lebih memperhatikan kesehatan anaknya, terutama dalam hal makanan.
keinginan anak memang harus dipenuhi selama orang tuanya mampu untuk memenuhi keinginan tersebut. Orang tua mana yang tidak senang jika melihat anaknya merasa senang. Namun orang tua pun sebaiknya juga dapat mempertimbangkan apakah keinginan anak tersebut baik bagi dirinya atau malah membahayakan..?? berikanlah yang terbaik bagi anak kita.
mudah-mudahan anak kita selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Amiin...
BEIJING--Ibu balita yang diduga tergendut di dunia, Xiao Hao, putus asa dan memohon pada dokter untuk membantu mengecilkan ukuran tubuh anaknya. Balita berusia 3 tahun ini kini memiliki berat di atas 80 kg, atau 10 kali lipat berat badan anak-anak seusianya.
Puncak keputusasaan Xiao Lin, ibu Hao, bermula saat anaknya beberapa kali ditolak masuk di beberapa kelompok bermain (playgroup) di kotanya, Guangzhou, Cina selatan. Alasan penolakan itu adalah, berat Hao menjadi ancaman bagi yang lain. "Membahayakn keselamatan anak-anak sebayanya," kata Lin menirukan alasan mereka.
Penolakan itu bisa dipahami. "Dia besar dan suka bermain. Beberapa kali kerap jatuh dan menimpa temannya," katanya. Saat membawanya berenang untuk berolahraga, kata Lin, sulit menemukan alat bantu berenang untuk menyesuaikan dengan ukuran tubuhnya.
Beberapa petugas medis percaya bahwa ia mungkin memiliki gangguan hormon pertumbuhan sementara yang lain mengatakan dia adalah korban dari sindrom China 'Little Kaisar' di mana keluarga hanya diperbolehkan satu anak - yang kemudian memanjakannya secara berlebihan.
"Dia tidak hanya kelebihan berat badan tapi sangat tinggi juga sehingga kemungkinan benar-benar faktor hormonal yang mempengaruhinya," kata Dr Lu Hong dari rumah sakit anak di Guangdong.
Ia berjanji akan membantu mencarikan jalan keluar bagi Hao. Pasalnya, berat badan Hao juga mulai mempengaruhi psikis bocah ini.
Puncak keputusasaan Xiao Lin, ibu Hao, bermula saat anaknya beberapa kali ditolak masuk di beberapa kelompok bermain (playgroup) di kotanya, Guangzhou, Cina selatan. Alasan penolakan itu adalah, berat Hao menjadi ancaman bagi yang lain. "Membahayakn keselamatan anak-anak sebayanya," kata Lin menirukan alasan mereka.
Penolakan itu bisa dipahami. "Dia besar dan suka bermain. Beberapa kali kerap jatuh dan menimpa temannya," katanya. Saat membawanya berenang untuk berolahraga, kata Lin, sulit menemukan alat bantu berenang untuk menyesuaikan dengan ukuran tubuhnya.
Beberapa petugas medis percaya bahwa ia mungkin memiliki gangguan hormon pertumbuhan sementara yang lain mengatakan dia adalah korban dari sindrom China 'Little Kaisar' di mana keluarga hanya diperbolehkan satu anak - yang kemudian memanjakannya secara berlebihan.
"Dia tidak hanya kelebihan berat badan tapi sangat tinggi juga sehingga kemungkinan benar-benar faktor hormonal yang mempengaruhinya," kata Dr Lu Hong dari rumah sakit anak di Guangdong.
Ia berjanji akan membantu mencarikan jalan keluar bagi Hao. Pasalnya, berat badan Hao juga mulai mempengaruhi psikis bocah ini.
-republika.co.id


























