Featured Posts
Paud, Jembatan Keunikan Anaktuntutan orang tua yang merasa bangga dan menuntut anak usia dini mahir calistung bukan lagi cara pandang tepat. Selain belum waktunya, juga melanggar hak anak bermain. Efeknya.....
Kunci Penting Kembangkan Bakat AnakBAKAT dalam diri anak merupakan anugerah sejak lahir yang musti disyukuri. Namun, orangtua tidak boleh hanya berdiam diri. Perlu stimulasi untuk mengasah bakatnya....
Pengembangan Bakat Disesuaikan dengan Kebutuhan AnakKUNCI lain yang tak kalah pentingnya dalam pengembangan bakat anak adalah dengan selalu berpijak pada kebutuhan anak....
“orang tua harus memahami kemampuan di atas rata-rata anak berbakat dan tetap mendorong anak untuk bersosialisasi.”
Seorang anak di kategorikan anak berbakat, tak semata-mata karena mudah memahami segala sesuatu, mempunyai daya ingat baik serta mampu menyelesaikan tugas-tugas sekolah dengan cepat. Bisa jadi mereka bukan siswa yang selalu berprestasi. Namun, ada sesuatu yang membedakan dirinya dengan siswa lain di kelas, yakni kewaspadaan (alertness), kemampuan memahami (quick insights), dan keterampilan lain yang lebih hebat dari anak lain seusianya. Hal ini membuat anak mampu menunjukkan prestasi luar biasa di sekolah. Satu ciri pasti yang ditunjukkan anak berbakat umumnya adalah skor IQ-nya tinggi.
Bagaimana perasaan anda jika si kecil diidentifikasi sebagai anak berbakat? Takjub? Bingung? Riang? Gelisah? Anda mulai menyadari si kecil akan memiliki perilaku berbeda dengan teman-teman sebayanya. Semakin tinggi skor IQ anak, kian membuat anak menjadi tidak tipikal. Biasanya 3-5 persen anak dari populasi sekolah tergolong gifted (berbakat). Jika ada 1000 siswa, maka paling tidak ada 30-50 anak yang tergolong gifted.
Bagaimana perasaan anda jika si kecil diidentifikasi sebagai anak berbakat? Takjub? Bingung? Riang? Gelisah? Anda mulai menyadari si kecil akan memiliki perilaku berbeda dengan teman-teman sebayanya. Semakin tinggi skor IQ anak, kian membuat anak menjadi tidak tipikal. Biasanya 3-5 persen anak dari populasi sekolah tergolong gifted (berbakat). Jika ada 1000 siswa, maka paling tidak ada 30-50 anak yang tergolong gifted.
Hidup dengan Keberbedaan
Harus disadari anak berbakat berbeda perkembangannya dibanding teman sebayanya. Apalagi jika tingkat kecerdasan anak semakin tinggi. Menurut Dr Reni Akbar Hawadi Psi, Ketua Pusat Keberbakatan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, perbedaan-perbedaan yang dimiliki anak berbakat akan membuatnya merasa terasing dalam perkembangannya saat dia merasa harus bermain dan membangun persahabatan dengan anak-anak lain.
Bagi anak berbakat kebutuhan sosial dan emosional ini tidak dengan serta merta diperolehnya. Dikarenakan kelangkaan dan karakteristiknya, maka anak berbakat akan dilihat sebagai orang aneh dalam kelompok sosialnya. Ini sebenarnya yang menjadi tantangan diri seorang anak berbakat sesungguhnya. Anak harus mampu membawa dirinya agar bisa diterima baik oleh anak-anak yang lain. Perbedaan yang dimiliki anak berbakat sudah dapat dideteksi sejak bayi, seperti bisa berjalan atau berbicara lebih dini. Perkembangan anak berbakat berada di atas 30 persen anak seusianya. Anak berbakat sering kali mampu melewati kesulitan belajar lebih cepat dari teman sebayanya.
Sering kali orang tua bingung bagaimana harus bersikap. Biasanya orang tua anak berbakat dianjurkan mengabaikan tabel normal usia anak dan membiarkan anak berkembang sesuai tempo perkembangannya. Namun, dengan demikian anak dipaksa melampaui tingkat kesiapannya. Sebaliknya, ada pendapat untuk tidak menghambat kemajuan perkembangan anak.
Perkembangan yang cepat pada anak berbakat membawa konsekuensi adanya kebutuhan yang berbeda pada dirinya. Sebaiknya orang tua mendukung dan merangsang anak, namun tidak dengan tuntutan berlebihan. Jangan menghambat perkembangan unik anak dengan melemahkan keinginannya mengeksplorasi lingkungan. Kebanyakan orang tua baru menyadari anaknya tergolong anak berbakat saat mulai masuk prasekolah. Agar penanganan anak tidak terhambat, Reni menyarankan agar setiap orang tua memiliki semacam buku harian mencatat setiap perkembangan anak, yaitu Buku Perkembangan Bayi. Pastikan mencatat setiap kali perilaku anak yang tidak biasa (unusual).
Gaya belajar
Orang tua prasekolah sepatutnya menjadi pengamat dan pendengar yang baik bagi gaya belajar anak. Sejak bayi akan terlihat lebih terlibat pada hal-hal sekitarnya di banding bayi lainnya. Anak suka menjelajah sekelilingnya, fisiknya aktif, tidak pernah diam. Saat di dalam mobil anak susah duduk diam manis. Berikan kuis-kuis kecil tentang apa yang mereka lihat sepanjang jalan. Misalnya, ada berapa mobil warna merah di jalan dan sebagainya.
Harus disadari anak berbakat berbeda perkembangannya dibanding teman sebayanya. Apalagi jika tingkat kecerdasan anak semakin tinggi. Menurut Dr Reni Akbar Hawadi Psi, Ketua Pusat Keberbakatan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, perbedaan-perbedaan yang dimiliki anak berbakat akan membuatnya merasa terasing dalam perkembangannya saat dia merasa harus bermain dan membangun persahabatan dengan anak-anak lain.
Bagi anak berbakat kebutuhan sosial dan emosional ini tidak dengan serta merta diperolehnya. Dikarenakan kelangkaan dan karakteristiknya, maka anak berbakat akan dilihat sebagai orang aneh dalam kelompok sosialnya. Ini sebenarnya yang menjadi tantangan diri seorang anak berbakat sesungguhnya. Anak harus mampu membawa dirinya agar bisa diterima baik oleh anak-anak yang lain. Perbedaan yang dimiliki anak berbakat sudah dapat dideteksi sejak bayi, seperti bisa berjalan atau berbicara lebih dini. Perkembangan anak berbakat berada di atas 30 persen anak seusianya. Anak berbakat sering kali mampu melewati kesulitan belajar lebih cepat dari teman sebayanya.
Sering kali orang tua bingung bagaimana harus bersikap. Biasanya orang tua anak berbakat dianjurkan mengabaikan tabel normal usia anak dan membiarkan anak berkembang sesuai tempo perkembangannya. Namun, dengan demikian anak dipaksa melampaui tingkat kesiapannya. Sebaliknya, ada pendapat untuk tidak menghambat kemajuan perkembangan anak.
Perkembangan yang cepat pada anak berbakat membawa konsekuensi adanya kebutuhan yang berbeda pada dirinya. Sebaiknya orang tua mendukung dan merangsang anak, namun tidak dengan tuntutan berlebihan. Jangan menghambat perkembangan unik anak dengan melemahkan keinginannya mengeksplorasi lingkungan. Kebanyakan orang tua baru menyadari anaknya tergolong anak berbakat saat mulai masuk prasekolah. Agar penanganan anak tidak terhambat, Reni menyarankan agar setiap orang tua memiliki semacam buku harian mencatat setiap perkembangan anak, yaitu Buku Perkembangan Bayi. Pastikan mencatat setiap kali perilaku anak yang tidak biasa (unusual).
Gaya belajar
Orang tua prasekolah sepatutnya menjadi pengamat dan pendengar yang baik bagi gaya belajar anak. Sejak bayi akan terlihat lebih terlibat pada hal-hal sekitarnya di banding bayi lainnya. Anak suka menjelajah sekelilingnya, fisiknya aktif, tidak pernah diam. Saat di dalam mobil anak susah duduk diam manis. Berikan kuis-kuis kecil tentang apa yang mereka lihat sepanjang jalan. Misalnya, ada berapa mobil warna merah di jalan dan sebagainya.
Bahasa
Anak berbakat terlihat suka ngoceh meniru orang dewasa, mampu berbicara menggunakan kalimat-kalimat kompleks dan kata-kata yang tidak lazim, menjawab secara gamblang dan merespon pertanyaan dengan cepat. Perkembangan bahasa mereka jauh melampaui anak sebayanya. Seringkali memberikan elaborasi terhadap pemecahan masalah yang disampaikannya. Kemampuan berpikirnya menunjukkan kemampuan di dalam mengelompokkan, mengklasifikasi, membandingkan dan membuat perbandingan antara berbagai hal. Cara berpikir yang luwes, mampu melihat informasi dari sisi yang lain serta melakukan hal-hal dalam situasi sekarang dengan menggunakan data dari masa lalu.
Kosa kata
Anak berbakat mampu memahami banyak kata di banding anak lainnya. Rasa ingin tahu anak berbakat membuatnya selalu bertanya sehingga salah satu ciri anak berbakat adalah kaya kosakata dan lebih maju dari anak lainnya. Dalam bahasa ekspresif, anak berbakat menunjukkan kemampuan lebih. Pemilihan katanya banyak dan beragam, sehingga terlihat berwarna, kaya kata sinonim, dan secara jelas menyebutkan benda yang dilihatnya dengan rincian kata lain yang mengikuti penjelasan benda tersebut.
Anak berbakat terlihat suka ngoceh meniru orang dewasa, mampu berbicara menggunakan kalimat-kalimat kompleks dan kata-kata yang tidak lazim, menjawab secara gamblang dan merespon pertanyaan dengan cepat. Perkembangan bahasa mereka jauh melampaui anak sebayanya. Seringkali memberikan elaborasi terhadap pemecahan masalah yang disampaikannya. Kemampuan berpikirnya menunjukkan kemampuan di dalam mengelompokkan, mengklasifikasi, membandingkan dan membuat perbandingan antara berbagai hal. Cara berpikir yang luwes, mampu melihat informasi dari sisi yang lain serta melakukan hal-hal dalam situasi sekarang dengan menggunakan data dari masa lalu.
Kosa kata
Anak berbakat mampu memahami banyak kata di banding anak lainnya. Rasa ingin tahu anak berbakat membuatnya selalu bertanya sehingga salah satu ciri anak berbakat adalah kaya kosakata dan lebih maju dari anak lainnya. Dalam bahasa ekspresif, anak berbakat menunjukkan kemampuan lebih. Pemilihan katanya banyak dan beragam, sehingga terlihat berwarna, kaya kata sinonim, dan secara jelas menyebutkan benda yang dilihatnya dengan rincian kata lain yang mengikuti penjelasan benda tersebut.
Keterampilan motor
Anak berbakat mempunyai perkembangan motorik lebih cepat. Dia mampu memakai pakaian dan makan sendiri. Mampu memegang benda dengan tepat, sementara anak lain sulit memegangnya. Mereka juga mampu menirukan perilaku yang dilihatnya. Mampu menggambar benda yang kompleks, selalu menggambar benda yang dilihatnya. Untuk itu penuhilah kebutuhannya dengan berbagai kegiatan motorik seperti tenis, berenang, dan melukis.
Kolektor
Secara umum anak berbakat suka mengoleksi hal-hal yang menjadi minatnya. Misalnya perangko, komik, stiker, gantungan kunci, kerang dan lain-lainnya. Penuhilah kebutuhannya menjadi kolektor, karena melalui koleksi yang dimilikinya, kemampuan abstraksi anak menjadi semakin berkembang. Melalui koleksi ini anak akan mencari hal-hal yang sama, misalnya warna, ukuran, tekstur, atau ciri lainnya sehingga anak belajar melakukan klasifikasi dan perbandingan.
Membaca
Kebanyakan anak berbakat mampu membaca sebelum masuk sekolah dasar. Ada anak usia kurang dari satu tahun, telah mampu menyadari buku bergambar yang dipegangnya terbalik. Dia selalu mengubah posisi buku yang salah. Begitu juga perilaku anak berbakatnya semasa usia di bawah tiga tahun, yang belum bisa membaca, namun seolah membaca dari kiri ke kanan dan membuka halaman satu per satu. Sebanyak 50 persen anak berbakat telah mampu membaca pada usia 2 - 2,5 tahun. Orang tua anak berbakat yang mampu membaca dini ini menyebutkan bahwa hal tersebut dimungkinkan karena tersedianya banyak bacaan di rumah. Selain itu, dengan membacakan cerita termasuk membacakan kata-kata yang dilihat di bungkus makanan, dus sepatu, papan iklan, dan sebagainya.
Matematika
Keterampilan aritmatika juga dimulai sejak dini, melalui pemahaman, misalnya besar kecil, banyak sedikit. Anak berbakat memiliki minat pada jam, pertanyaan berapa lama, berapa jauh, berapa banyak, dan berapa harganya. Mereka juga tertarik dengan umur dan ulang tahun. Ada seorang anak berbakat mengajukan pertanyaan yang janggal, “Ma, nenek sekarang umurnya 75 tahun, jadi meninggalnya umur berapa ya?” di samping itu ada hubungan perkembangan motor dan perceptual yang ditunjukkan dengan kemampuan mengenal arah, kiri, kanan, depan, belakang, atas, bawah, jauh, dekat, dan lainnya. Biasanya, anak yang cepat perkembangan motoriknya akan memiliki kemampuan aritmatika yang baik.
Rasa ingin tahu
Anak berbakat suka bertanya, bertanya, dan bertanya. Dia suka mencoba, jika ada pertanyaan yang tidak terjawab, anak akan meminta mencarikannya. Penuhilah kebutuhan rasa ingin tahunya ini tidak hanya melalui buku, film, tapi juga mencoba mengerjakan sesuatu dan melihat banyak tempat, seperti museum, pabrik, sawah, kantor, dan lainnya.
Ingatan
Anak berbakat memiliki daya ingat luar biasa sehingga mampu menceritakan hal pada masa lalu secara rinci. Untuk memenuhi keingintahuannya membuat anak selalu bertanya dan mencari bahan yang di inginkan. Hal yang digemari anak berbakat usia 5 tahun biasanya adalah tentang dinosaurus. Anak tak akan hanya membeli buku tentang dinosaurus tetapi hal-hal yang berbau dinosaurus seperti mainan, T-shirt, puzzle, dan sebagainya.
Energi
Apakah anda merasa anak berbakat anda terlihat tidak pernah capek? Anak berbakat selalu terlihat aktif, sibuk terlibat dengan berbagai hal di lingkungannya. Sebagai orang tua, anda bisa menyusun jadwal kegiatannya agar berbagai minat yang ingin dikembangkannya akan berjalan dengan baik. Biasanya, jadwal tidur anak berbakat lebih sedikit dari anak lainnya dan berbeda karena sifat individual. Aktivitas yang berlebihan tersebut bukanlah bentuk hiperaktif. Kegiatan yang menguras energi pada anak berbakat jelas terpusat dan bertujuan.
Pertemanan
Anak berbakat lebih memilih bermain dengan orang yang lebih tua bahkan dewasa. Jadi, anda tidak perlu mendorongnya bergaul dengan teman sebayanya. Karena kebutuhan yang dicarinya dapat terpenuhi oleh anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa. Bagaimana pun anak berbakat akan merasa tidak nyaman bila berada dengan anak sebayanya yang membuatnya terlihat begitu berbeda. Orang tua harus mampu mendorong anak berbakat jangan terisolasi.
Anak berbakat mempunyai perkembangan motorik lebih cepat. Dia mampu memakai pakaian dan makan sendiri. Mampu memegang benda dengan tepat, sementara anak lain sulit memegangnya. Mereka juga mampu menirukan perilaku yang dilihatnya. Mampu menggambar benda yang kompleks, selalu menggambar benda yang dilihatnya. Untuk itu penuhilah kebutuhannya dengan berbagai kegiatan motorik seperti tenis, berenang, dan melukis.
Kolektor
Secara umum anak berbakat suka mengoleksi hal-hal yang menjadi minatnya. Misalnya perangko, komik, stiker, gantungan kunci, kerang dan lain-lainnya. Penuhilah kebutuhannya menjadi kolektor, karena melalui koleksi yang dimilikinya, kemampuan abstraksi anak menjadi semakin berkembang. Melalui koleksi ini anak akan mencari hal-hal yang sama, misalnya warna, ukuran, tekstur, atau ciri lainnya sehingga anak belajar melakukan klasifikasi dan perbandingan.
Membaca
Kebanyakan anak berbakat mampu membaca sebelum masuk sekolah dasar. Ada anak usia kurang dari satu tahun, telah mampu menyadari buku bergambar yang dipegangnya terbalik. Dia selalu mengubah posisi buku yang salah. Begitu juga perilaku anak berbakatnya semasa usia di bawah tiga tahun, yang belum bisa membaca, namun seolah membaca dari kiri ke kanan dan membuka halaman satu per satu. Sebanyak 50 persen anak berbakat telah mampu membaca pada usia 2 - 2,5 tahun. Orang tua anak berbakat yang mampu membaca dini ini menyebutkan bahwa hal tersebut dimungkinkan karena tersedianya banyak bacaan di rumah. Selain itu, dengan membacakan cerita termasuk membacakan kata-kata yang dilihat di bungkus makanan, dus sepatu, papan iklan, dan sebagainya.
Matematika
Keterampilan aritmatika juga dimulai sejak dini, melalui pemahaman, misalnya besar kecil, banyak sedikit. Anak berbakat memiliki minat pada jam, pertanyaan berapa lama, berapa jauh, berapa banyak, dan berapa harganya. Mereka juga tertarik dengan umur dan ulang tahun. Ada seorang anak berbakat mengajukan pertanyaan yang janggal, “Ma, nenek sekarang umurnya 75 tahun, jadi meninggalnya umur berapa ya?” di samping itu ada hubungan perkembangan motor dan perceptual yang ditunjukkan dengan kemampuan mengenal arah, kiri, kanan, depan, belakang, atas, bawah, jauh, dekat, dan lainnya. Biasanya, anak yang cepat perkembangan motoriknya akan memiliki kemampuan aritmatika yang baik.
Rasa ingin tahu
Anak berbakat suka bertanya, bertanya, dan bertanya. Dia suka mencoba, jika ada pertanyaan yang tidak terjawab, anak akan meminta mencarikannya. Penuhilah kebutuhan rasa ingin tahunya ini tidak hanya melalui buku, film, tapi juga mencoba mengerjakan sesuatu dan melihat banyak tempat, seperti museum, pabrik, sawah, kantor, dan lainnya.
Ingatan
Anak berbakat memiliki daya ingat luar biasa sehingga mampu menceritakan hal pada masa lalu secara rinci. Untuk memenuhi keingintahuannya membuat anak selalu bertanya dan mencari bahan yang di inginkan. Hal yang digemari anak berbakat usia 5 tahun biasanya adalah tentang dinosaurus. Anak tak akan hanya membeli buku tentang dinosaurus tetapi hal-hal yang berbau dinosaurus seperti mainan, T-shirt, puzzle, dan sebagainya.
Energi
Apakah anda merasa anak berbakat anda terlihat tidak pernah capek? Anak berbakat selalu terlihat aktif, sibuk terlibat dengan berbagai hal di lingkungannya. Sebagai orang tua, anda bisa menyusun jadwal kegiatannya agar berbagai minat yang ingin dikembangkannya akan berjalan dengan baik. Biasanya, jadwal tidur anak berbakat lebih sedikit dari anak lainnya dan berbeda karena sifat individual. Aktivitas yang berlebihan tersebut bukanlah bentuk hiperaktif. Kegiatan yang menguras energi pada anak berbakat jelas terpusat dan bertujuan.
Pertemanan
Anak berbakat lebih memilih bermain dengan orang yang lebih tua bahkan dewasa. Jadi, anda tidak perlu mendorongnya bergaul dengan teman sebayanya. Karena kebutuhan yang dicarinya dapat terpenuhi oleh anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa. Bagaimana pun anak berbakat akan merasa tidak nyaman bila berada dengan anak sebayanya yang membuatnya terlihat begitu berbeda. Orang tua harus mampu mendorong anak berbakat jangan terisolasi.
-ibudanbalita.com-
Selama ini tingkat intelegensia menjadi bagian terpenting dalam perkembangan seseorang. Jika seseorang memiliki orangtua yang cerdas kelak anak mewarisinya. Sebaliknya, jika orangtua berenang di tempat dangkal kemungkinan anak tidak berkesempatan menyelam lebih dalam. Asumsi tradisional ini menganggap potesi kecerdasan inteligensia terbatas pada saat anak lahir. Kemudian lahirlah pandangan modern terhadap intelegensia berdasarkan kapasitas otak seseorang. Artinya, anak akan belajar dari pengalaman jika orangtua memfasilitasi anak yang kelak berdampak besar bagi intelegensia dan potensinya.
Dikutip dari artikel Kagan online magazine berjudul Raising Smarter Children Develop Your Child’s Many Ways Of Being Smart yang ditulis oleh duo bersaudara, Dr Spencer Kagan dan Miguel Kagan, mengatakan bahwa ada transformasi pemahaman mengenai kecerdasan anak. Asumsi tradisional tentang kecerdasan adalah ketika anak lahir dianugerahi tingkat inteligensia tertentu yang kemudian dianggap sebagai harga mati. Dalam artian anak cerdas adalah pemberian tuhan namun tidak bisa diupayaakan.
Dr. Howard Gardner, seorang psikologi dari Universitas Harvard, AS, mengemukakan teorinya bahwa kecerdasan tidak terpatri di tingkat tertentu dan terbatas saat seseorang lahir. ’’Setiap orang mengembangkan kecerdasan dengan beragam cara yang dikenal dengan multiple intelligence,’’ katanya. Seperti, Mozart adalah pemusik jenius, seorang komposer sekaligus symphonies yang menjadi salah satu contoh pemilik kecerdasan musikal. Sedangkan, Einstein adalah salah satu ilmuwan dunia yang memiliki kecerdasan logika dan matematika.
Apakah Einstein lebih cerdas dibanding Mozart ? Jika ditilik dari teori multiple inteligensia, Einstein dan Mozart sama-sama cerdas tapi berbeda bidang. Jadi anak Anda pun berkesempatan mengembangkan kecerdasannya di berbagai bidang.
Gardner menemukan delapan kecerdasan, yaitu cerdas bahasa, cerdas logika/matematika, cerdas visual-spasial, cerdas musik, cerdas gerak, cerdas alam, cerdas sosial, dan cerdas diri. Setiap orang berpotensi memilikinya, namun perkembangannya berbeda-beda.
Selama bertahun-tahun, pendidik mengembangkan arahan strategi agar kegiatan belajar makin menarik. Sekolah mengadopsi mulitiple Intelligence melalui laporan pendekatan akademik tes yang mencakup area kecerdasan seni, musik, edukasi fisik, hubungan sosial, pemahaman akan diri sendiri, dan menyukai alam. Sebagai orangtua, Anda mungkin bertanya, bagaimana cara membantu anak belajar? Jawabannya banyak! Anda bisa membantu anak tumbuh lebih cerdas dengan mengeksplorasi anak dengan beragam aktivitas.
Ada beberapa ide untuk mengembangkan kecerdasan balita yang bisa Anda terapkan di rumah :
Ada beberapa ide untuk mengembangkan kecerdasan balita yang bisa Anda terapkan di rumah :
1. Bahasa/Linguistik: Membacakan cerita, Mengembangkan perbendaharaan kata dengan bermain kata
2. Logika/Matematika: Mengajak anak berhitung, Bermain angka, Gunakan konsep penambahan dan pengurangan sederhana
3. Visual/Spasial: Menggambarkan untuk bayi Anda, Berbagi gambar dan visual, Izinkan bayi bermain warna
4. Musikal/Ritme: Menyanyikan lagu, Bermain musik, Perkenalkan anak dengan beragam bunyi dan musik
5. Gerak Tubuh/ Kinestetik: menyentuh dan menggambarkan bagian-bagian tubuh, Ajak anak bermain dengan mainan dan balok-balok
6. Naturalis: Bawa anak keluar rumah melihat pepohonan dan tetumbuhan, Pelihara binatang piaraan, Mengunjungi kebun binatang dan taman
7. Interpersonal: Biarkan bayi Anda berinteraksi dengan bayi lain, Bermain ‘pura-pura’
8. Intrapersonal: Berikan bayi waktu untuk sendiri atau di keheningan
Memperkaya otak anak dipaparkan oleh Kagan dalam sebuah studi klasik. Beberapa Ilmuwan menguji beberapa tikus percobaan yang tumbuh di lingkungan berbeda. Tikus A tumbuh di lingkungan yang dipenuhi mainan, sedangkan tikus B tidak. Tebak tikus mana yang lebih pintar? Yaitu tikus A. Tikus A bisa keluar dari lorong teka teki lebih cepat dibandingkan tikus B. Para ahli juga menemukan perubahan pada struktur otaknya. Otak berkembang secara penuh dan lebih berbobot pada tikus A. Baru-baru ini, penelitian tersebut diujikan kepada hewan primata yang memiliki konsep saraf plasticity mirip manusia. Kesimpulannya, seseorang tumbuh dengan perkembangan otak lebih baik jika difasilitasi beragam pengalaman.
Psikolog Elly Risma Musa mengatakan, kecerdasan anak tidak hanya bersumber dari pemenuhan nutrisi yang seimbang, tetapi juga disertai pemberian stimulasi pada anak. Anak yang cerewet, kritis, dan senang bercerita, apabila mendapat asahan yang tepat akan memiliki kepintaran verbal linguistik, yaitu anak yang mampu berinteraksi dan meyakinkan orang di sekitarnya. “Anak seperti ini siapa tahu kelak menjad orator ulung seperti Bung Karno,” ujar Elly yang juga Direktur Yayasan Kita dan Buah Hati ini.
Sangat disayangkan, tambahnya, jika orang tua terlalu memaksakan keinginan mereka pada anak. Sehingga anak tidak dapat mengembangkan kemampuannya secara optimal. “Jangan sampai anda sebagai orang tua terlambat mengetahui potensi anak, karena dapat menghambat kecerdasannya kelak,” ujar Elly. Usia batita dan balita merupakan golden period bagi perkembangan otaknya. Saat berumur 10 tahun kemampuan otak anak sudah terbentuk dengan baik.
Memperkaya lingkungan rumah
Agar anak berkesempatan mengembangkan potensi kecerdasannya, maka lingkungan rumah perlu disulap dengan beragam kegiatan dan fasiltas. Bagian terpenting untuk menemani anak belajar adalah kehadiran Anda. Ada beberapa ide yang bisa Anda lakukan bersama si kecil :
Bahasa/Linguistik
- Cinta Buku. salah satu kegiatan yang disukai anak adalah kegiatan membaca. Untuk anak usia prasekolah mulai perkenalkan dengan buku cerita dongeng, puisi sederhana, bacaan untuk anak. Saat usia sekolah, perkenalkan anak dengan majalah anak, novel, komik, dan ensiklopedi.
- Televisi. Percaya atau tidak, tv bisa mendemontrasikan banyak hal melalui acara program edukasi, atau DVD. Atau anak belajar membaca melalui teks dialog yang ditampilkan di layar tv.
- Banyak menulis. Dukung kegiatan menulis dengan menyediakan kertas, bolpoin, pensil dan krayon.
Logika/Matematika
- Sediakan instrumen matematik. Biarkan anak bereksplorasi dengan kompas, penggaris, skala, gelas ukur.
- Gunakan peralatan. Alat berhubungan dengan kecerdasan logika dan gerak tubuh anak. Setiap peralatan memerlukan pemahaman logika untuk menggunakannya. Dorong anak untuk belajar menggunakan banyak peralatan.
- Komputer. Anak Anda pasti suka memencet tombol atau bermain games. Pada anak usia sekolah sudah mulai bisa diajarkan membuat database, surfing website atau belajar Microsoft. Yang bisa membangun
- pengaturan logika dan struktur anak
Visual/Spasial
- Sediakan alat kerajinan tangan. Sangat menyenangkan jika anak berhasil membuat sesuatu dengan kertas-kertas, krayon, gunting dan lem.
- Sediakan alat melukis. Mulai ajari anak melukis dengan menggunakan jari-jarinya lalu lanjut menggunakan cat air, akrilik dan cat minyak.
- Menggunakan Software. Bisa juga anak menggambar dan membuat ilustrasi menggunakan komputer.
Musikal/Ritme
- Pemain musik. Studi menemukan anak yang mendengarkan musik Mozart selama 10 menit, akan lebih baik di kegiatan spasial. Penelitian menunjukkan beberapa jenis musik tertentu dapat meningkatkan kecerdasan anak.
- Alat Instrumen. Penelitian membuktikan bermain musik tak hanya meningkatkan kecerdasan musik anak tapi juga bisa mengembangkan bagian otak.
- Berkaraoke. Fasilitasi anak dengan beragam lagu yang bisa dinyanyikannya.
Gerak tubuh/Kinestetik
- Lemari Kostum. Kembangkan imajinasi anak dengan bermain sebagai aktor menggunakan kostum dan make up.
- Peralatan Olahraga. Peralatan olahraga dan permainan membantu mengembangkan kordinasi mata-tangan dan mengembangkan kemampuan gerak motorik anak. Aktivitas fisik juga berperan dalam perkembangan cerebellum, bagian otak yang mengatur beberapa fungsi motorik juga daya ingat, konsentrasi, persepsi spasial, dan bahasa.
- Aktivitas gerak motorik halus. Mengembangkan kemampuan motorik halusnya dengan kegiatan menjahit, merajut, menggambar atau kegiatan lain yang menggunakan keterampilan jari tangan dan kakinya.
Naturalis / alam
- Kolam ikan. Coba masukan tangannya ke kolam ikan atau akuarium. Hati-hati jangan sampai anak measukan tangannya ke mulut.
- Binatang piaraan. Memelihara binatang piaraan merupakan cara terbaik anak berinteraksi dengan hewan. Anak belajar kebiasaan, karakteristik, dan perbedaan sifat hewan.
- Kebun. Sekuntum bunga atau kebun tanaman bisa dijadikan perjalanan seru. Anda juga bisa mengajarkan tanaman di pot.
- Peralatan observasi. Melihat dengan teleskop atau menggunakan gelas ukur atau mikroskop untuk menganalisa.
Intrapersonal
- Hargai privasi anak. Kadang anak memerlukan waktu untuk sendiri tanpa berinteraksi atau gangguan dari luar. Anak hanya ingin mendengarkan pikirannya sendiri. Apakah ada tempat anak merenung di rumah? Mungkin di kamar atau kebun.
- Hobby station. Dukung anak menyalurkan hobinya. Anda bisa mengikut sertakan anak ke kelas fotografi, jurnalis, vokal. Musik, menggambar, untuk mengembangkan kecerdasan intrapersonal anak.
- Area belajar. Sebuah area anak bisa menikmati waktunya dengan menulis diari atau menempatkan barang-barang pribadinya.
Melihat beberapa tips di atas mungkin banyak dari Anda yang sudah menerapkannya. Artinya, anak hidup di lingkungan belajar yang kondusif. Jika perhatian Anda luput pada suatu hal, Anda bisa menyeimbangkannya dengan memberi investasi berikutnya untuk mengembangkan edukasi dan otak anak. Ingat elemen terpenting meningkatkan kecerdasan anak adalah apa yang anak dan Anda lakukan bersama bukan hanya apa yang mereka dapat.
-ibudanbalita.com-
MEDAN- Kecerdasan berbahasa anak tak harus dikembangkan melalui belajar bahasa. Namun melalui penyampaian cerita berupa dongeng merupakan hal yang cukup memungkinkan.
Psikolog Kota Medan Irna Minaul mengatakan, penyampaian cerita baik itu cerita rakyat yang nyata, dongeng dan sebagainya, dapat meningkatkan kecerdasan berbahasa anak.
“Melalui cara ini seorang guru dapat merangsang kecerdasan intelegensia, kemampuan berpikir secara logis sistematis, kemampuan berinteraksi hingga selera berbahasa dan seni,” terangnya kepada wartawan, Rabu (17/11).
Nah, lanjutnya, cerita-cerita ini tak boleh dilepas begitu saja dari sisi pengembangan pendidikan. “Karena kecerdasan hati yang meliputi kecerdasan emosional dan spiritual terdapat pada cerita-cerita yang kita lontarkan kepada anak,” kata Irna.
Menurut Irna, jika selama ini asupan pendidikan lebih ditekankan pada pengembangan kecerdasan intelegensia anak didik, lewat cerita-cerita ini juga bisa. “Hal ini dapat mengasah kecerdasan hati, karena banyak cerita-cerita baik yang berasal dari nusantara maupun dari mancanegara mengusung nilai moral dasar,” tuturnya seraya menambahkan, penyampaian cerita-cerita ini juga mampu merangsang imajinasi dan kreativitas anak.
Lebih lanjut Irna mengatakan, kesadaran berdisiplin dapat ditanamkan melalui cerita-cerita yang mengandung nilai-nilai kedisiplinan.
Irna mengatakan, anak usia dini terutama di bawah usia lima tahun memiliki aktivitas yang spontan, alami, dan sangat bersemangat untuk mengetahui hal-hal yang baru ditemui atau dialaminya. “Oleh sebab itu, setiap guru yang bercerita perlu memahami kondisi anak didik, terutama proses tumbuh kembang kreativitasnya,” ujarnya.
Irna berharap, para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki minat tinggi dalam hal membaca dan mengasah keterampilan berkomunikasi sebagai bekal bercerita kepada anak atau siswa.
-hariansumutpos.com-
Di Pulau Bali yang indah, ada anak laki-laki yang bernama Made. Ia malas berpikir dan sukanya tidur. Ayahnya menyuruh dia gembala ternak... Begitu awal cerita yang dinarasikan. Lalu, semua pengunjung yang memenuhi ruangan Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Kamis (11/11/2010) siang, matanya tertuju ke panggung.
Bayangkan, anak-anak yang masih duduk di taman kanak-kanak, bisa menyajikan cerita rakyat yang begitu menarik ditonton di pentas. Mereka anak TKK Penabur 10, Pantai Kapuk, yang mementaskan cerita rakyat Bali berjudul Made dan Keempat Sahabatnya.
Singkat cerita, ketika mengalami kesulitan karena didenda orangtua agar mengganti kehilangan ternak gembalaannya dengan 40 keping emas, Made mendapat pertolongan dari binatang-binatang yang ditolong Made sebelumnya.
Ketika suatu kerajaan menggelar perlombaan berhadiah emas, Made dan empat temannya ikut serta. Keempat teman Made juara di empat jenis perlombaan, tanpa kalah sekali pun. Sehingga, hadiah emas sebagian dari harta kekayaan kerajaan diraih Made dan kawan-kawan.
Dasar Made orangnya baik dan jujur, ia tak mau dikasih emas terlalu banyak. Cukup 40 keping saja. Ketika Made pulang membawa kepingan emas itu, orangtuanya kaget tak percaya. Ternyata Made ketika diberi tantangan, baru diketahui bahwa ia seorang anak yang cerdas, rajin, jujur, dan suka bekerja keras. Tidak seperti gambaran awal, pemalas dan suka tidur.
Kisah Made tersebut ditampilkan di panggung dengan baik, menarik, dan lucu di panggung Festival Bercerita IX, yang digelar Kelompok Pencinta Bacaan Anak (KPBA) bekerjasama dengan BBJ, Grasindo, Kementerian Diknas, dan Mandiri Investasi.
Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengaku terharu dan bahagia. "Saya terharu dan merasa bahagia. Cerita rakyat membuat hati kita bangga. Selamat buat Pak Raden dan para guru," katanya.
Fasli Jalal, ketika membuka Festival Bercerita IX, membacakan cerita rakyat dari Manokwari, berjudul Masarasenani dan Matahari. Cerita berdurasi sembilan menit itu mampu dibawakan Fasli dengan sangat menggugah. Masing-masing tokoh, dibawakan Fasli dengan warna suara, intonasi dan tekanan, serta karakter yang berbeda.
Upaya mencerdaskan
Festival Bercerita yang rutin digelar sekali dua tahun sejak 20 tahun lalu berdirinya Kelompok Pecinta Bacaan Anak (KPBA), menurut Ketua KPBA Murti Bunanta, adalah upaya mencerdaskan bangsa lewat beragam acara yang bersifat edukatif.
"Kami menyelenggarakan festival ini selama bertahun-tahun dengan tujuan untuk melestarikan budaya membaca bahasa Indonesia dan keragaman Nusantara. Kami tidak hanya fokus kepada anak-anak, namun juga kepada guru-guru dengan cara memberikan pelatihan kepada pengajar anak-anak usia dini agar mereka memiliki keterampilan dalam menceritakan cerita-cerita yang sarat akan pesan moral kepada anak-anak," jelasnya.
Pada hari pertama Festival Bercerita, Duta Besar Slovakia Stefan Rozkopal, tidak saja menunjukkan kemampuannya bercerita kepada anak-anak, tetapi juga kemampuannya berbahasa Indonesia dengan baik dan lancar. Stefan membacakan cerita berjudul Kancil dan Raja Hutan.
Sebaliknya, seorang murid kelas 6 SD di Surabaya bernama Jasmine Wirawan malah bercerita dalam bahasa Inggris. Tampil sendirian mementaskan cerita Suwidak Loro, yang ditulis Murti Bunanta, Jasmine tampil energik, lincah, kocak, dan tentu saja menarik.
Presiden Direktur Mandiri Investasi, Abiprayadi Riyanto, pun tampil membacakan cerita dari Aceh berjudul Anak Kucing yang Manja.
Menurut Abiprayadi, pelestarian budaza membaca bacaan brevaza Indonesia sangatlah penting bagi anak-anak Indonesia. "Di era modernisasi dan teknologi yang semakin canggih ini, anak-anak Indonesia harus tetap diajarkan untuk mengenal dan mencintai cerita dari negerinya. Indonesia Sangat kaya akan cerita rakyat dan pahlawan yang memiliki pesan budi pekerti luhur yang dapat menjadi suri teladan anak dalam berprilaku di masyarakat," ungkapnya.
Melalui festival ini, Mandiri Investasi memberikan bantuan buku cerita rakyat dwibahasa yang akan disumbangkan ke berbagai sekolah dan perpustakaan di 10 kota di Indonesia. Selain itu, buku juga akan diserahkan kepada 30 orang perwakilan guru pendidikan anak usia dini (PAUD) yang akan berada di Yakarta, untuk mengikuti pelatihan bercerita yang diselenggarakan oleh KPBA.
-kompas.com-
Usia batita adalah masa yang paling tepat bagi anak untuk dikenalkan pada huruf dan kata serta menumbuhkan keinginan bacanya. Meski demikian, syarat dan ketentuan berlaku di sini, yaitu:
1. Ajarkan membaca dengan cara yang menyenangkan
2. Jangan paksa anak, kalau sudah terlihat bosan segera hentikan.
3. Jangan pasang target-target tertentu, seperti sekian bulan sudah hafal sekian huruf
4. Berikan contoh langsung, anak yang tumbuh dari keluarga suka membaca lebih mudah mencintai kegiatan baca.
Langkah-langkah
Dengan kondisi menyenangkan tanpa target, inilah yang dapat Anda lakukan untuk mengajak anak Anda membaca :
1. Memasang karpet huruf
Pasanglah karpet huruf di kamar anak. Saat ini banyak tersedia karpet dengan motif huruf serta gambar-gambar menarik yang terbuat dari bahan karet yang bisa dilepas-lepas ataupun bahan wol. Dengan demikian setiap hari, tanpa disadari anak akrab dengan berbagai bentuk huruf.
2. Tempel nama
Tempelkan nama anak di pintu kamar atau lemarinya. Dengan melihat tulisan namanya setiap hari, si kecil akan hafal huruf-huruf tertentu sehingga ia tidak kaget saat belajar mengeja namanya.
3. Ada huruf di mana-mana
Kalau anak terlihat mulai asyik belajar mengenal huruf, orangtua bisa menempel huruf di tempat-tempat yang mudah terlihat. Misal, di lemari, pintu kulkas, dinding, kursi, buku dongengnya, dan sebagainya. Metode ini diharapkan mempermudah anak dalam belajar bunyi-bunyian huruf karena ia sudah mengenal bentuk huruf sebelumnya.
4. Kartu bergambar
Biasanya kartu baca itu berukuran 8×10cm, dengan gambar tertentu disertai tulisan di bawahnya. Contoh, gambar buah apel dengan tulisan APEL di bawahnya. Cara bermainnya cukup mudah, tunjukkan beberapa kartu supaya anak ingat. Lakukan dengan cara menyenangkan, misalnya menyelipkannya di antara kegiatan bermain.
5. Lagu-lagu
Beberapa lagu memang dibuat untuk mengajarkan kenal huruf pada anak. Nyanyikan lagu sambil bermain atau setelkan CD-nya saat bermain bersama anak. Lama-lama anak akan hafal karena sering menirukan bunyinya.
-anakjenius.com-


